Dalam Yesus kita bersaudara
Dalam Yesus kita bersaudara......
Lagu yang bagus dengan makna yang indah. Menandakan siapapun yang berpegang dalam nama Yesus Kristus adalah saudara,tidak memandang warna kulit ataupun suku. Teori yang sungguh menakjubkan, yang dapat menciptakan perdamaian dunia. Sekarang, setelah melihat mimpi - mimpi mulia kita, coba kita tilik realita.
Berapa banyak orang Jawa yang mau mengawinkan anaknya dengan orang Batak ataupun sebaliknya? Berapa banyak orang Manado yang rela melihat anaknya didampingi orang Ambon, dan sebaliknya?
Coba lihat sekitar kita, dapat kita hitung dengan jari tangan orang - orang yang seperti itu.
Namun ada yang lebih menyedihkan dari itu.
Mari kita hitung dengan jari sebelah tangan, berapa banyak bumiputera yang mau bermenantu keturunan Cina dan berapa banyak keturunan Cina yang mau menerima Bumiputera? Mungkin semakin modern kita berpikir makin banyak pasangan keturunan Cina dengan Bumiputera. Namun berapa banyak pasangan keturunan Cina dengan Bumiputera yang pada akhirnya saat bertengkar menarik keluar lagi perbedaan keturunan tersebut? Bahkan tak jarang keluarga si Bumiputera sampai detik terakhir pun membicarakan si Cina di belakangnya begitupun sebaliknya. Dan hal yang paling sering terjadi, kedua orang tersebut menyesali pernikahan mereka dan berpikir hidup mereka akan lebih baik jika mereka menikahi sesama keturunan Cina ataupun sesama keturunan Bumiputera.
Sungguh kisah yang menyedihkan. Tetapi yang terakhir ini yang paling tragis dan menyedihkan, kisah si anak hasil Cina dengan Bumiputera. Si anak kopi susu, tidak benar - benar Cina dan tidak benar - benar Bumiputera. Tidak diterima di keturunan Cina maupun Bumiputera. Sungguh pergelutan batin yang tragis ketika harus memutuskan apakah mereka keturunan Cina atau Bumiputera, dan pada akhirnya yang terlontar hanya "saya anak Indonesia".
Kemudian timbul masalah lainnya ketika salah satu orang tua mereka yang keturunan Cina meminta si kopi susu mencari pasangan keturunan Cina begitupun dari sisi orang tua mereka yang bumiputera. Tanpa orang tua mereka sadari mereka tidak diterima di Cina maupun Bumiputera. Akhirnya keadaan memaksa mereka mencari kopi susu lainnya yang mungkn hanya ada 2 dari 10.
Bukankah ini kisah yang sedih? Ketika dalam Yesus-pun tak menjadi solusi menyamaratakan perbedaan bagaimana ketika diluar Yesus? Maka terjawablah sudah mengapa tidak pernah terjadi perdamaian dunia. Coba saja terus berdoa, mungkin perbedaan akan semakin jelas, sehingga kita tak perlu mencari tau lagi seseorang berasal dari suku mana. Jadi akan terasa lebih mudah bukan mencari lingkup pergaulan kita agar tetap bergaul dengan suku yang sama. Hidup membedabedakan!!
Saya si kopi susu, saya ditolak karena saya hitam namun sipit
Saya si kopi susu, saya tidak diterima karena saya putih namun bermata besar
Kami si kopi susu, apa salah kami terlahir seperti ini?
Bukankah seharusnya kami simbol berakhirnya perbedaan?
Namun Mengapa kami tetap ditolak?
Monday, July 19, 2010
Wednesday, May 26, 2010
TIBA TIBA BISING
Duren Sawit Baru blok AI No 23
Ga kerasa udah 20 tahun saya tinggal dirumah ini. selama 20 tahun hidup saya,baru sekali saya ngerasain pindah rumah, pas umur saya 40 hari. oke itupun saya ga bener - bener ngerasain. saya suka rumah ini. waktu saya belum menginjak umur belasan tahun saya sering menghabiskan siang dirumah. sepi. ada matahari masuk dari atap atap yang ga ditutp genting. rasanya enak, dibawah matahari sambil berkhayal nanti bakal seperti apa saya suatu hari.lalu datang sore hari, waktunya naik sepeda sambil cari belalang. sepi. nyaman rasanya.
sekarang setelah lulus sma, akhirnya saya bisa menghabiskan siang dirumah lagi. tapi ga seperti dulu. sekarang ramai. saya ga suka. didepan rumah banyak orang teriak - teriak, ga jelas apa yang mereka lakukan dan ga sadar mereka mengganggu. didepan tiba tiba banyak orang berdagang, ga tau apa yang mereka jajakan, ga sadar mereka membuat keributan, ga sadar mereka merusak lingkungan. tiba tiba lingkungan ini jadi ga sepi, jadi terlalu bising untuk tempat tinggal. padahal mereka ga bayar pajak tanah dan bangunan. saya ga suka.
Ga kerasa udah 20 tahun saya tinggal dirumah ini. selama 20 tahun hidup saya,baru sekali saya ngerasain pindah rumah, pas umur saya 40 hari. oke itupun saya ga bener - bener ngerasain. saya suka rumah ini. waktu saya belum menginjak umur belasan tahun saya sering menghabiskan siang dirumah. sepi. ada matahari masuk dari atap atap yang ga ditutp genting. rasanya enak, dibawah matahari sambil berkhayal nanti bakal seperti apa saya suatu hari.lalu datang sore hari, waktunya naik sepeda sambil cari belalang. sepi. nyaman rasanya.
sekarang setelah lulus sma, akhirnya saya bisa menghabiskan siang dirumah lagi. tapi ga seperti dulu. sekarang ramai. saya ga suka. didepan rumah banyak orang teriak - teriak, ga jelas apa yang mereka lakukan dan ga sadar mereka mengganggu. didepan tiba tiba banyak orang berdagang, ga tau apa yang mereka jajakan, ga sadar mereka membuat keributan, ga sadar mereka merusak lingkungan. tiba tiba lingkungan ini jadi ga sepi, jadi terlalu bising untuk tempat tinggal. padahal mereka ga bayar pajak tanah dan bangunan. saya ga suka.
Labels:
rumah
0
comments
Sunday, April 4, 2010
MATAHARI DAN PELANGI
Aku menantimu seperti menanti matahari ditengah badai
Kadang setitik cahayamu muncul menerangi hariku
Namun tiba-tiba menghilang tertutup awan tebal
Aku hanya meraba berusaha mencarimu,matahari
Aku menantimu seperti menanti pelangi diwaktu hujan
Kadang warnamu dapat terlihat dan membuatku tersenyum
Namun tak jarang tak satupun warnamu kulihat
Merindukanmu seperti merindukan air ditengah padang gurun
Menyiksa
Namun saat kutemukan tak ada habisnya membuatku tersenyum
Tak ada satupun dapat menerka matahari dan pelangi
Karna kamu terselubung awan besar
Kadang setitik cahayamu muncul menerangi hariku
Namun tiba-tiba menghilang tertutup awan tebal
Aku hanya meraba berusaha mencarimu,matahari
Aku menantimu seperti menanti pelangi diwaktu hujan
Kadang warnamu dapat terlihat dan membuatku tersenyum
Namun tak jarang tak satupun warnamu kulihat
Merindukanmu seperti merindukan air ditengah padang gurun
Menyiksa
Namun saat kutemukan tak ada habisnya membuatku tersenyum
Tak ada satupun dapat menerka matahari dan pelangi
Karna kamu terselubung awan besar
Labels:
sun
0
comments
Wednesday, March 17, 2010
Tuesday, March 16, 2010
SELAMAT TINGGAL
Akhirnya hari yang dinantikan datang
Pesan itu terdengar di telingaku
Tak dapat kupastikan siapa yang lebih dulu tau
Mata, hati atau telinga
Tiba - tiba saja hatiku berteriak
Menjadikan mata ini begitu sulit membendung tangis
Meski ku tau hari ini kan tiba juga
Namun tak dapat kupungkiri
Tak dapat ku terima
Kau benar - benar pergi, bersama sisa ingatanku
Meninggalkan aku sendiri
Diduniaku yang kau tau hanya kau yang dapatmemasuki
Dunia kesendirianku
Sayang, pernahkah kau menyadari bagaimanapun kau coba menggantikanku
Dia takkan bisa menjadi aku
Sayang, aku tau, banyak yang hilang dari ingatanmu
Aku tau banyak cinta meluruh dari hatimu
Namun aku juga tau, cerita kita tetap tertoreh dalam di kehidupanmu
Dan kau tetap akan menjadi teman hidupku dengan caraku sendiri
Walau kini hanya tersisa kata
Selamat Tinggal
Pesan itu terdengar di telingaku
Tak dapat kupastikan siapa yang lebih dulu tau
Mata, hati atau telinga
Tiba - tiba saja hatiku berteriak
Menjadikan mata ini begitu sulit membendung tangis
Meski ku tau hari ini kan tiba juga
Namun tak dapat kupungkiri
Tak dapat ku terima
Kau benar - benar pergi, bersama sisa ingatanku
Meninggalkan aku sendiri
Diduniaku yang kau tau hanya kau yang dapatmemasuki
Dunia kesendirianku
Sayang, pernahkah kau menyadari bagaimanapun kau coba menggantikanku
Dia takkan bisa menjadi aku
Sayang, aku tau, banyak yang hilang dari ingatanmu
Aku tau banyak cinta meluruh dari hatimu
Namun aku juga tau, cerita kita tetap tertoreh dalam di kehidupanmu
Dan kau tetap akan menjadi teman hidupku dengan caraku sendiri
Walau kini hanya tersisa kata
Selamat Tinggal
Labels:
musim
1 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
