Tuesday, January 26, 2010

LAKI - LAKI DAN PEREMPUAN

Kutub Negatif dan Positif

Utara dan Selatan

Timur dan Barat

Langit dan Bumi

Siang dan Malam

Matahari dan Bulan

Cerah dan Hujan

Panas dan Dingin

Lapar dan Kenyang

Hitam dan Putih

Hidup dan Mati

Surga dan Neraka

Akankah bisa dipersatukan?
atau hanya nafsu sesaat?

UNTITLED 5

Day 15
Jakarta, 7 November 2005
"Kamu sudah baca sms saya?jadi?"

"ga usah pura - pura merasa ga dimaafin, kamu kan tau kelemahan saya."

Day 16
Jakarta, 8 November 2005
Hari ini akhirnya kita ngobrol kaya dulu lagi. konyol juga kita bertengkar karna kebodohan kamu. siang tadi, di tengah - tengah obrolan, tiba - tiba saja kamu tanya : "kamu kangen kan ngobrol sama saya?" kamu benar - benar kePeDe-an, walaupun memang benar, tapi saya hanya tertawa. yang lebih mengejutkan lagi setelah itu kamu melanjutkan dengan bilang "besok saya mau menyatakan perasaan saya ke kamu, siap - siap ya." kamu memang manusia paling penuh kejutan yang pernah saya kenal.

Day 17
Jakarta, 9 November 2005
Kamu benar - benar sudah ga waras, hari ini kamu memberi saya sebuah buku, dalam buku itu ada tulisan tangan kamu, kamu menulis 700 kalimat (kamu benar - benar sakit jiwa), ya 700 kalimat "Saya sayang kamu." saya hanya bisa bengong melihat kalimat - kalimat itu, dan saya juga ga tau kenapa 700 yang kamu pilih. "jadi?" sekarang kamu menuntut jawaban. dan karena saya perempuan, dan kebiasaan perempuan disaat seperti ini pura - pura ga mengerti, saya pun balik bertanya "jadi apa?" "mau ga kamu jadi pacar saya?atau boleh ga saya jadi pacar kamu?terserah kamu pertanyaannya mau yang mana."
Dan hari ini 9 November kita resmi pacaran.

Day 18
Jakarta, 11 November 2005
Kamu bilang saya aneh hanya karena saya cinta The Beatles. kata kamu selera saya sama dengan papa kamu. kamu ga tau kalau The beatles itu legend? kamu gila.

Day 19
Jakarta, 15 November 2005
This day is our first date. hari ini saya yang pilih tempat mau pergi kemana. kita jalan kaki dari juanda ke Monas, demi mewujudkan impian saya melihat Jakarta dari atas Monas. Sepanjang jalan, saya perhatikan kamu selalu memberi uang pada semua pengemis yang kita lewati. kamu bilang "kita harus berbagi sama orang yang kurang beruntung" dasar orang tua. Setelah dari Monas kita makan es krim di ragusa dan yang perlu kamu ingat pengamen yang menyanyi lagu Air Supply.

Day 20
Jakarta, 18 November 2005
Pertengkaran pertama. "memangnya saya ga tau kamu sayang banget sama dia?" itu reaksi kamu waktu tau saya balas sms mantan saya. saya memang sayang dia, tapi kan itu dulu.

Day 21
Jakarta, 19 November 2005
Kamu mogok ngomong sama saya karena saya tetap balas sms dia. tapi kalau saya balas sms mantan saya yang lain selain dia kamu biasa saja tuh, memang ada apa si dengan dia?

Monday, January 25, 2010

PEREMPUAN

Perempuan
Langit malam mengisi hitam rambut kepalamu
Sebening air saat kutatap matamu
Tak tersirat isi hatimu
Atau memang hatimu kristal bermata mirah,
Indah dilihat namun tak bernyawa

Perempuan
Sejuta rahasia membentuk wajahmu
Seulas senyum menghiasi bibirmu
Namun apa hatimu tersenyum?
Tak ada yang tau

Perempuan
Inti dari awal kehidupan
Diperlakukan hanya untuk melengkapi

Perempuan
Diam ditubi hujan badai
Tak berbagi
Rahasianya mengikis usia

Perempuan
Dibuang setelah dicari
Layu setelah berbunga

Tersenyum, hanya perempuan
Tertawa, hanya perempuan
Menangis, hanya perempuan

Perempuan, hanya rahasia

UNTITLED 4

Day 11
Jakarta, 3 November 2005
Saya benar - benar marah,kamu pikir saja sendiri, siapa yang ga marah dibilang tukang kasih harapan palsu.hari ini saya menghindari kamu terus, rasanya muka kamu ga menunjukan perasaan bersalah tiap kali saya liat. bikin saya tambah kesal.

Day 12
Jakarta, 4 November 2005
Saya rasa saya sudah mulai gila, ini kan ide kamu nulis jurnal dan saya marah sama kamu, tapi kenapa tetep saya lanjutin jurnal ini.

Day 13
Jakarta, 5 November 2005
Tiba - tiba kamu cegat saya waktu saya mau pulang. menurut saya kamu musti ke psikiater karna kamu agak kelainan jiwa. tiba - tiba kamu tanya "kamu marah?kenapa?kalau marah bilang jangan diam saja." rasanya saya pengen tendang muka kamu. "maaf de kalau kamu marah, saya ga sungguh - sungguh bilang itu." gampang ya minta maaf.

Day 14
Jakarta, 6 November 2005
Hari ini saya melewati tidur yang sangat panjang, saya bangun jam 12 malam. waktu saya liat handphone ada 47 sms, semua dari kamu. semua isinya "maafin saya" dan sms terakhir "saya benar - benar minta maaf, saya ga maksud bilang kamu tukang beri harapan palsu, saya benar - benar ga sungguh - sungguh." ah dasar, kamu kan pernah saya kasih tahu kelemahan saya, saya bakal langsung maafin seseorang kalau dia minta maaf, beruntung kamu. dan sebenarnya saya juga kangen ngobrol sama kamu.

Saturday, January 23, 2010

UNTITLED 3

Day 8
Semarang, 13 Oktober 2005 21:00
tiba - tiba kamu datang ke depan kamar saya. waktu itu saya ada diluar, saya sedang menunggu orang hotel ambilkan saya kunci cadangan, karna kunci kamar saya tertinggal didalam. kamu tanya apa alasan saya menolak kamu. saya kaget kamu tanya itu, menurut saya kamu benar - benar berani. saya bilang, kita baru kenal belum sebulan dan saya belum merasa yakin dengan kamu. setelah saya memberi penjelasan ini saya mendengar suara ga jelas dari mulut kamu. lalu saya kira - kira saja mungkin kamu bergumam kesal.

Day 9
Jakarta, 20 Oktober 2005
Hari ini kita bertukar pikiran, kamu bilang saharusnya ga ada bangunan liar dipinggir kali, seharusnya kendaraan umum yang terlalu tua diberhentikan dan seharusnya- seharusnya yang lain tentang Jakarta. saya pikir kamu cocok jadi gubernur. lalu diakhir pembicaraan kita kamu bilang "seharusnya kamu catat di jurnal semua kata - kata saya, biar kamu ingat." jadi karna itulah, saya mengingat - ingat kejadian - kejadian penting antara kita dan mulai hari ini saya catat di jurnal.

Day 10
Jakarta, 2 November 2005
Kamu benar - benar buat saya kesal. Hari ini kamu bilang saya tukang beri harapan palsu, kalau saya memang ga mau sama kamu kenapa saya masi mau dekat dengan kamu. saya benar - benar kesal. saya ga akan ngomong sama kamu lagi.